5 Comments

Desensitisasi

Desensitisasi menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) dapat bermakna usaha mengurangkan atau menghilangkan alergi terhadap suatu zat atau usaha menghilangkan suatu kompleks emosi.

Konsep desensitisasi adalah mempaparkan sedikit demi sedikit dengan pencetus alergi sehingga terjadi perubahan respon sistem imun tubuh atau kaitannya dengan emosi, terjadi perubahan emosional misalnya cemas menjadi relaks.

Mungkin, konsep tersebut pula yang dipakai untuk membangun kebiasaan, termasuk kebiasaan buruk. Dosa-dosa yang mungkin awalnya ada rasa takut saat mengerjakan, namun karena rutin dilakukan, dipaparkan terus dengan dosa-dosa tersebut, malah jadi dipandang remeh hingga tidak lagi merasa berdosa saat mengerjakan. Na’udzubillahi min dzalik.

Tidak setiap alergi bisa dilakukan desensitisasi. Cara yang ampuh agar tidak timbul alergi adalah menghindari pencetusnya.

Beberapa pencetus alergi, bisa secara mudah dikenali. Namun lainnya mungkin diperlukan rangkaian pemeriksaan untuk menemukannya.

Berberapa pencetus alergi, dapat dihindarkan dengan mudah. Lainnya, seperti bagian dari hidup yang sulit dihindari sehingga meski tidak bisa dihindarkan, setidaknya dapat diminimalkan.

Demikian pula dengan keburukan.

Identifikasi hal-hal yang menjadikan lalai dan menjauhinya dapat memutus rantai keburukan. Sementara perilaku buruk lainnya mungkin telah menjadi kebiasaan atau belenggu yang rasanya sulit dilepaskan dari keseharian.

Jangan takut untuk bertaubat. Jangan malu untuk memperbaiki diri. Selalulah mohon ampunan; beristighfar. Bahkan para nabi pun memohon ampun atas kedzholiman yang telah diperbuat atas diri mereka. Apalah lagi kita?

Bersungguh-sungguhlah melepaskan diri dari rantai keburukan. Iringi pula setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik.

Bila dahulu melakukan keburukan sedikit demi sedikit hingga terbiasa, maka kebaikan-kebaikan kecil yang terus kita latih atau rutinkan, meski awalnya berat untuk dijalani, semoga lambat laun justru terasa ada yang hilang kala luput dikerjakan.

5 comments on “Desensitisasi

  1. Istilahnya baru tahu akutuh, tapi kalo kelakuannya bisa jadi secara nggak sadar sering dilakuin, naudzubillah.. Semoga kita senantiasa bisa menjadi pribadi yang lebih baik ya mbak, aamiin..

    Salam kenal mbak Iffa ๐Ÿ˜€

  2. Ketampol aku Ceu ๐Ÿ˜ญ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s