Leave a comment

[Notes]#12 Tak patut tidur pagi

“Tak patut tidur pagi” ucap keponakan yang memasuki rumah untuk menawarkan sarapan namun mendapati tantenya masih tidur. 😌

Malamnya, saya tanya, “Kenapa ngga boleh tidur pagi?”

“Kalau belum bangun ngga apa-apa. Tapi kalau sudah bangun ngga boleh tidur lagi.”

“Mengapa?” tanya saya yang super penasaran. 

“Karena nanti majnun” ucapnya. 

Saya menahan tawa. Pasti mominya nih yang memberi tahu. Khas sekali bahasanya. 😅

“Majnun itu apa?” karena penasaran, saya kembali bertanya. 

“Majnun itu nanti bingung berpikirnya.”

Baiklaaaah.. 😌

Bogor – ruang praktik, 20 Oktober 2017

Fatih, 5 y.o

Advertisements
Leave a comment

[Story] #18 Be-Do-Have!

Tidak terasa matrikulasi IIP sampai pada materi ke-8 dari 9. Semoga banyak kebaikan yang didapatkan dari kegiatan ini.

Materi matrikulasi ke-8 adalah tentang Misi Hidup dan Produktivitas. Pada pertemuan offline IIP, disebutkan bahwa misi hidup, berakhir saat kita menemui sang pencipta. 

Misi hidup adalah hal yang kita upayakan terus capai hingga Allah memanggil kita untuk menemui-Nya. Semoga kita semua bertemu Allah dalam kondisi terbaik. 

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita berjalan sesuai dengan misi? Kuncinya adalah perhatikan 4E:

  • Enjoy: Tidak mengeluh, berbinar-binar, berbahagia saat mengerjakan urusan kita.
  • Easy: Kemudahan dalam mengerjakan urusan, bila ada kesulitan, dianggap sebagai tantangan untuk ditaklukan, bukan sebagai masalah yang dihindari. 
  • Excellent: Selalu berusaha mengerjakan dengan lebih baik.
  • Earn: Memberikan nilai tambah pada apa yang kita kerjakan.

Apa yang menjadi 4E saya? Panduan pertama adalah kita mengambil salah satu aktivitas yang berada pada kuadran SUKA dan BISA. Kemudian, jawablah BE-DO-HAVE. Ingin menjadi apa? (BE), Ingin melakukan apa? (DO) dan Ingin memiliki apa? (HAVE)

Saya memilih bekerja sesuai profesi dalam hal ini konselor genetik. Yang ingin dilakukan adalah memberikan pelayanan konseling genetika, melakukan pemeriksaan molekular dan riset dibidang genetika, dan meningkatkan kepedulian (awareness) terhadap kelainan genetik.
Alhamdulillah saat ini tergabung dalam Indonesia Rare Disorders yang merupakan komunitas pendukung bagi orang dengan kondisi langka (odalangka) beserta keluarganya. IRD aktif menyuarakan kepedulian terhadap kondisi langka. Semoga di awal bulan Agustus 2017 dapat memulai pelayanan konseling genetik dan semoga tahun berikutnya, dapat bekerja sama dengan laboratorium pendukung.

Bismillah.

Bogor, 23 Juli 2017

Leave a comment

[Story] #17 Menjadi Produktif

Saat SMA, saya senang sekali membahas hal yang berkaitan dengan kepribadian. Termasuk mengisi serangkaian kuesionernya. Personality plus, MBTI, dan saat ini Talent Mapping. 😊

Mengisi kuesioner tersebut adalah bagian dari nice homework materi ke-7. Tujuannya untuk memasuki ranah produktif dengan bahagia. 💞 Kita bisa mengetahui apa yang menjadi kekuatan kita. 

Membaca hasil Strength Typology 30 (ST30) membuat saya tersenyum, segera mengcapture, dan mengirimkannya ke suami. 😂

“Anda adalah orang yang teratur, rapi, suka melayani, dan segala sesuatunya harus direncanakan. Senang bersahabat, senang melayani, dan bertanggung jawab. Suka dengan angka dan data. Anda kurang yakin akan sesuatu yang sifatnya intuitif kecuali kalau anda juga punya bakat lainnya yang intuitif. Suka sekali mengatur penempatan dan penugasan orang. Banyak idenya; baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya. Senang ngotak ngatik, mengembalikan sesuatu ke fungsi semula. Senang menggabung-gabungkan beberapa teori atau temuan menjadi suatu temuan baru.”

Belum paham benar bagaimana menginterpretasikan hasil ST30 ini. Karenanya senang sekali saat IIP akan mengadakan pertemuan offline untuk membahas hasil ini. Semoga memberikan manfaat kebaikan dalam kehidupan. 

Oiya, satu lagi. Setelah menemukan tipe kekuatan, masukkan aktivitas kita kedalam kuadran:

Anyhow, meskipun aktivitas tersebut tidak saya sukai, tetap saja perlu dikerjakan.😂😂😂. Semoga lekas bertemu di kelas offline IIP. 

Bogor, 16 Juli 2017

2 Comments

[Story]#16 Kandang Waktu

Pertama kali mendengar istilah kandang waktu adalah saat grup matrikulasi IIP kedatangan tamu dari pusat. Istilah tersebut terdengar menggelitik sekali. Terbayang ladang luas dengan waktu yang saling berhamburan dengan pagar-pagar kayu yang mengelilinginya.

Tapi, Hey!, bukankah memang demikian adanya? Baik-baik menjaga waktu agar tidak kabur, hilang entah kemana atau entah terpakai untuk apa. 

Topik matrikulasi IIP kali ini adalah Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal. Tujuannya membantu menemukan peran kehidupan. Hanya saja, proses menemukan peran kehidupan ini kadang terganggu dengan rutinitas yang tidak selesai kita lakukan; menyebabkan kita merasa sibuk hingga terkadang kehilangan waktu untuk menemukan peran kehidupan. 

Tahap awal adalah menentukan masing-masing tiga aktivitas paling penting dan paling tidak penting: 

  • Aktivitas paling penting:
  1. Sholat tepat waktu
  2. Mengurus suami
  3. Pengembangan diri
  • Aktivitas paling tidak penting:
  1. Bermain instagram
  2. Terlalu lama mengobrol (Baik online maupun offline)
  3. Terlalu lama menggunakan internet (Belanja, mencari resep, youtube, dll)

Tahap kedua adalah membuat kandang waktu; yaitu mengalokasikan waktu untuk setiap aktivitas yang perlu dikerjakan dan menerapkan cut off time.

Membuat kandang waktu membantu mengurangi agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal atau mengerjakan aktivitas yang terjadwal diluar jamnya.

Saya mencoba membuat kandang waktu sebagai berikut:

  • Pagi: Waktu sebelum subuh sampai berangkat kerja
  • Bekerja
  • Sore: Pulang kerja hingga Isya
  • Malam: Isya hingga waktu tidur

Aktivitas yang dilakukan:

Pagi:

  • Sebelum subuh
  • Setelah subuh:
  1. Jalan pagi
  2. Sarapan
  3. Persiapan ke kantor
  • Berangkat ke kantor

Bekerja

Aktivitas yang dilakukan sesuai dengan pekerjaan di kantor.

Sore:

  1. Membersihkan diri
  2. Merapikan rumah
  3. Menyiapkan makan malam dan menu esok hari

Malam:

  1. Makan malam
  2. Screen off: jam 22.00
  3. Istirahat

Waktu untuk bersosialisasi diusahakan saat dalam perjalanan pergi dan pulang kerja (perlu usaha ekstra untuk komitmen disini) 😀

Tahap akhir adalah amati dan evaluasi kandang waktu yang kita buat. Apakah dapat terlaksana dengan baik.

Semangat selalu untuk terus memperbaiki diri. 💝

Bogor, 9 Juli 2017

Leave a comment

[Review]#2 Bintang

Bintang merupakan buku keempat dari seri Bumi. Menceritakan kisah petualangan Raib, Seli, dan Ali untuk menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran akibat ego penguasa Klan Bintang.

Sekretaris Dewan Kota yang merupakan penguasa Klan Bintang merencanakan untuk meledakkan superplume agar seluruh pemegang kekuatan hilang dari dunia paralel dan hanya menyisakan rakyat biasa dalam kota Zaramaraz.

Dipimpin oleh Miss Selena, yang merupakan Pengintai dari Klan Bulan, serta ditemani oleh Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari terbaik, mereka memulai misi tersebut.

Ali melakukan deduksi yang sangat baik. Dari ribuan kemungkinan superplume, dia berhasil mengkerucutkannya menjadi enam. Meskipun demikian, perjalanan mereka tidak pernah mudah. Klan Bintang yang merupakan klan termaju telah mengembangkan teknologi pengawasan sekaligus alat tempurnya.

Ditengah kewajibannya menyelesaikan misi, para sahabat tersebut tidak lupa mengunjungi teman lama yang telah membantu mereka dalam petualangan sebelumnya, meski harus mengetahui bahwa tempat tersebut telah lama ditinggalkan, berbaur dengan para penduduk untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kota, dan serta bekerjasama dengan para penduduk.

Tidak pernah bisa hanya dengan berpangku tangan, maka rencana akan berjalan baik. Tidak pula hanya dengan mengandalkan kekuatan segelintir kelompok tanpa mau bekerjasama dan berbaur, informasi penting bisa didapatkan. 

Meski akhirnya harus menerima bahwa perjalanan yang telah ditempuh, pengorbanan yang telah dilakukan, tidak membawa mereka pada superplume yang dicari.

Ketiga sahabat pun mulai menyalahkan diri masing-masing. Hingga menyadari bahwa ada ketakukan yang belum dihadapi, ada kemampuan yang disepelekan.

Mereka menempuh semuanya. Tapi apa daya, meski berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, mereka membuka masalah baru yang lebih besar.

Leave a comment

[Notes]#11 Berdamai dengan sisi buruk rupa

Ada kalanya kehidupan seperti dilingkupi perasaan yang memenjarakan dalam bayang-bayang kegelapan. Aku menyebutnya sisi buruk rupa. 

Dia bisa saja menjelma sebagai rasa takut, khawatir, sedih, tidak berharga, kecewa, iri hati, termasuk diantaranya rasa sepi; atau rasa lainnya yang mencegah dari berperilaku positif dan penuh harapan. 

Sisi buruk rupa, memakan kebahagiaanmu dan menjadi ujian bagi orang lain.

Karenanya, hadapi dan damailah dengan sisi buruk rupa.

  • Berlatih Memilih. Kita selalu bisa memilih, untuk terus berada dalam bayang gelap, atau mencari cahaya. Merutuki kebodohan, atau berpayah-payah belajar. Meminta belas kasihan, atau menjalaninya dengan keteguhan. Meski perlahan, selalu ada jalan bagi yang berusaha. 
  • Mengambil tanggung jawab pribadi. Berhentilah menyalahkan orang lain. Hadapi dengan baik hal yang masih dapat dikerjakan. Jangan mengkhawatirkan hal yang belum terjadi. Kekhawatiran yang berlebihan sering kali menjadi racun dan melumpuhkan pikiran.
  • Iringi perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Ketika merasakan sisi buruk rupa, bergeraklah berlawanan dengan sisi tersebut menuju perbuatan-perbuatan baik. Meski sisi buruk rupa masih mengikuti, semoga kehadirannya semakin berkurang, hingga tidak lagi merisaukan.

Bersemangat! Sungguh setiap diri, sangat berarti. 😊

Bogor, 27 Juni 2017

    Leave a comment

    [Story]#15 Learning how to learn

    Masa SMA adalah masa-masa demikian tertarik (alias penasaran banget) dengan yang namanya pelatihan. Salah satu pelatihan yang coba diikuti adalah tentang proses menghafal. Saat itu kami sekitar lima siswa, dilatih oleh seorang mentor untuk mempraktekan metode menghafal. Buat saya, pengalaman tersebut menyenangkan, terutama karena sudah berani mengikuti pelatihan sehingga tidak terlalu penasaran. 😁

    Kesimpulan yang didapat dari pelatihan adalah ada berbagai metode menghafal, namun yang saya rasakan, sebagian besar metode tersebut lebih cocok untuk hafalan jangka pendek.

    Kenapa demikian tertarik mengikuti pelatihan menghafal? Karena dahulu, sempat senang sekali dengan kode, memecahkan sandi, dan semacamnya. Hingga terpikir untuk mendaftar di sekolah tinggi sandi negara 🤣

    Seiring berjalannya waktu, banyaknya informasi yang didapat membuat saya merasakan proses menyerap informasi tidak semudah saat SMA dan kemampuan untuk belajar caranya belajar menjadi semakin diperlukan.

    Maka, untuk mendalami pilihan ilmu, hal yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:

    1. Mencari pokok dan cabang bahasan serta bagaimana hubungannya.

    2. Menguji pemahaman melalui penjelasan ulang atau mengajuan pertanyaan terkait bahasan yang dipelajari.

    3. Menerapkan metode cornell untuk membantu mengembangkan ide atau pertanyaan.

    Semoga sukses! ❤

    Bogor, 18 Juni 2017

    Ditulis sebagai NHW#5 program Matrikulasi IIP.